24.2.14

CN Blue Can't Stop Lyrics (Romanization and Translation)

INTRO


They're finally back! My favorite k-pop band. I'm so excited!
Pas lagi kangen - kangennya dengan CN Blue sampe nonton MV Debut mereka (lagi), mengenang saat - sata penantian debut mereka, pas pula merindukan musik KPop yang mutu dikit (sekarang kebanyakan sexy concept alias 19+), dan kembalilah CN Blue. 

Dan, yap! Lagu ini betul - betul nyesssss! melenyapkan rindu saya seperti sejuknya hujan setelah panasnya musim kemarau. Great music+great voice +great concept +great MV = awesome. Opini pribadi sih ini (yang pasti sangat bias). Menurut saya warna musik album CN Blue kali ini lebih fresh, dengan vokal yang soft and smooth dibanding album sebelumnya. 

Entah berapa kali sudah saya mengulang lagu ini. Bodo amat dengan kuota menipis karena keseringan buka video youtube demi mendengar lagu ini dan menuliskan pelafalannya (romanization). Untuk terjemahan, saya coba sendiri namun mengingat kemampuan bahasa korea yang sangat pas - pasan lebih baik nyontek dari popgasa.com :)).

Selamat menikmati musiknya!



Can't Stop - C.N Blue Lyrics (Romanized and English Translation)


하루에  번만 그댄 떠올려줘요 miss you
Harue han bonman geudaen teoollyeojwoyo miss you
I will think of you just once a day, miss you

하루에  번만 나는 잊어볼게요
Harue han bonman naneun ijeobolgeyo
I will try to forget you just once a day

그것도 안돼요 그것도 안돼요
Geugeotdo andwaeyo Geugeotdo andwaeyo
can't i? can't i?

그것도 안되면 그럼  어떡하나요
Geugeotdo andoemyeon geureom nan eoteokhanayo
if i can't, then what do i do?

그대 한마디에 나는 웃어요
Geudae hanmadie naneun useoyo
At one word you say, I smile

거울처럼 매일 살아요
Geoulcheoreom maeil sarayo
i live like a mirror every day

나의 하루는 그대의 것이죠
Naeui (baca: naye) haruneun geudaeui (baca:geudaye) geosijyo
my day is yours

Can't stop me now Can't stop me now 

그대를 닮은  향기가 아직 차네요
Geudareul dalmeun bom hyanggiga ajig chaneyo
the scent of spring that resembles you is still cold

Can't stop me now Can't stop me now 

나는 멈출  없네요 I can't stop loving you
Naneun meomchul su eobneyo I can't stop loving you
i can't stop, i can't stop loving you

흩날리는 바람에 그대 떠올라  
Heuthnallineun parame geudae teoolla
i think of you at the blowing wind

 부신 햇살에 그대 떠올라
Nun busin haessare teoolla
i think of you at the dazzling sunlight

나는 멈출  없네요 I can't stop loving you 
naneun meomchul su eobneyo I can't stop loving you
i can't stop, i can't stop loving you

한걸음 뒤라면 허락할  있나요 miss you 
hangeoreum dwiramyeon heoraghal su ittnayo miss you
if i take a step back, will you allow me? miss you

한걸음 뒤에서 나는 기다릴게요
Hangeoreum dwieseo naneun gidarilgeyo
i will be waiting from a step back

그것도 안돼요 그것도 안돼요
geugeotdo andwaeyo geugeotdo andwaeyo
can't i? can't i?

그것도 안되면 그럼  어떡하나요
geugeotdo andoemyeon geureom nan eoteokhanayo
can't i? can't i?

그대 한마디에 나는 웃어요
Geudae hanmadie naneun useoyo
At one word you say, I smile

거울처럼 매일 살아요
Geoulchereom maeil sarayo 
i live like a mirror every day

나의 하루는 그대의 것이죠
Naeui (baca: naye) haruneun geudaeui (baca:geudaye) geosijyo
my day is yours

Can't stop me now Can't stop me now. 

그대를 닮은  향기가 아직 차네요
Geudareul dalmeun bom hyanggiga ajig chaneyo
the scent of spring that resembles you is still cold

Can't stop me now Can't stop me now 

나는 멈출  없네요 I can't stop loving you
Naneun meomchul su eobneyo I can't stop loving you
i can't stop, i can't stop loving you

미친  미칠  한없이 부르다 보면
Michin deut michin deut haneobsi bureuda bomyeon
if i call out to you endlessly,crazily,crazily

한번은 돌아볼까요
Hanbeoneun dorabolkkayo
will you hear me at least once?

Can't stop me now Can't stop me now 

그대만 바라보는   아직 시려요
geudaeman baraboneun nae mam ajig siryeoyo
my heart that only looks at you is still cold

Can't stop me now Can't stop me now 

나는 멈출  없네요 I can't stop loving you 
naneun meomchul su eobneyo I can't stop loving you
i can't stop, i can't stop loving you

흩날리는 바람에 그대 떠올라
Hetnalrineun parame geudae teoolla
i think of you at the blowing wind

 부신 햇살에 그대 떠올라
Nun busin hessare geudae teoolla
i think of you at the dazzling sunlight

나는 멈출  없네요 I can't stop loving you
naneun meomchul su eobneyo I can't stop loving you
i can't stop, i can't stop loving you
==============================================================================
Romanization by Tiech 
Translation thanks to  popgasa.com

20.2.14

Menulis dan Mempelajari Diri Sendiri

Dalam kesunyian malam, dalam temaram lampu sambil memandangi wajah - wajah lugu yang terlelap dengan tenang. Disinilah, kembali aku temukan diri menulis dengan tenang di blog ini. Tulisan ini sebenarnya bersifat personal, namun ingin pula dibagikan pada khalayak pembaca blog :)). 

Setelah menulis dengan penuh susah payah dan berlinang air mata pada jurnal harian tadi, ingin sekali aku menulis sekenanya disini. Sekedar menyembuhkan dan merenungkan sekumpulan tulisan yang aku baca hari ini. Esensinya, hanya perihal takdir dan kebiasaan menulis. 

Kebiasaan menulis buku harian sudah ditanamkan oleh Mama sejak kecil, untuk mencatat berbagai peristiwa dan mengenangnya. Sejak kelas 3 SD sudah kumiliki buku harian, berlanjut hingga sekarang. Namun sejak SMP, aku terbiasa menulis berbagai kejadian menarik atau perasaan hati di manapun, termasuk di buku pelajaran. Sejak SMA lah aku kemudian rajin menuliskannya kembali pada buku khusus, yang disebut Diary. Dan sejak itu pula, dimulailah...dear diary....yang semakin rajin kulakukan sejak jatuh cinta. Ya, jatuh cinta itu bisa menjadi hikmah bagiku, menjadikan ku rajin mengubah puisi dan menulis di Diary. 

Semakin lama, aku semakin menikmati menulis Diary (maksudku jurnal harian) dan blog. Untuk urusan blog, kadang kala aku sangat ketat memilih apa yang akan aku post agar isinya tidak sekedar keluhan namun bermanfaat bagi pembaca. Tapi kadang pula aku bebas dan tidak perduli apa penilaian orang atas tulisan ku. Aku hanya butuh menulis, bercerita dan berbagi. Membaca kembali tulisan - tulisan di masa lalu, membuatku mempelajari diri sendiri tentang perubahan cara pikir, bertindak dan perasaan. Juga mengingatkanku, berapa lama aku akhirnya berani mengambil suatu keputusan, berapa lama akhirnya aku berubah dan berapa lama aku jatuh cinta. Ah, kadang - kadang aku geli sendiri membaca diary - diary itu. Betapa lugu, naif dan yahh....lebaynya aku di masa lalu. Ah iya, diary itu juga membantuku mempelajari psikologi orang yang lebih muda. Seperti apa, dan apa yang biasanya dipikirkan orang seusia itu. 

Lucu rasanya, pada saat berusia 22 tahun aku merasa sudah cukup dewasa dan sudah cukup dengan musibah dan kesusahan hidup yang aku alami selama 2 tahun sebelumnya. Tapi sebetulnya, I have no clue.....bahwa sebenarnya masa depan yang akan aku hadapi tahun - tahun berikutnya, akan lebih berat. 

Hari ini, setelah membaca satu bagian dari Buku 'Your Journey To Be The Ultimate U 2" aku menyadari bahwa tidak perlu lah menahan - nahan tulisan apapun yang muncul dari dalam kepalaku. Aku bebas menuliskannya di jurnal harian pribadi atau di blog ini, tanpa khawatir penilaian orang - orang yang membacanya selama semuanya adalah tulisan santun. Ah, insya Allah begitu, karena pikiranku ini nyaris jarang sekali berfikiran buruk, hehehe. Seperti tulisan kali ini, mengalir begitu saja, sudah tidak perduli dengan tata bahasa atau kemungkinan pilihan kata yang buruk sehingga menyulitkan orang untuk memahami. Yang aku inginkan dalam tulisan ini, pikiran yang meloncat - loncat dalam otak ini, bisa segera diwujudkan dalam bentuk teks. Dan ini lah jadinya, Tulisan yang (mungkin) amburadul. Silahkan baca atau abaikan :))

- love, Tiech -


15.2.14

Catatan Tiech #1

"Asalkan dia tidak keras hati sepertimu" kata kakak saya suatu hari dalam obrolan singkat kami via BBM. Dalam bahasa melayu kami, keras hati = keras kepala. Kata - kata kakak saya ini cukup membekas, karena saya sama sekali tidak merasa sebagai orang yang keras kepala. Oh, begitukah selama ini saya dimata mereka? 

Bagi keluarga saya, saya ini keras kepala dan sulit diatur. Tapi bukan lah masalah utama dalam keluarga kami, karena selama ini saya tidak membuat satu masalah pun untuk keluarga. Malah menjadi bagian dari kebanggaan mereka.  Tapi, benarkah saya ini keras kepala? Saya masih bertanya - tanya dalam hati sambil mengingat bagaimana dulu Mama berusaha keras menjadikan saya PNS dan membuat saya kembali ke rumah dengan beragam cara. Akhirnya, beliau menyerah dan mengikhlaskan apapun keputusan yang saya ambil untuk masa depan. Keputusan apa pun yang saya ambil, sudah saya pertimbangkan baik dan buruknya dan tentu saya selalu melibatkanNya dalam istikharah. Jadi, apapun hasilnya, saya tidak pernah menyesali keputusan itu. 

Sola rencana masa depan, memang saya tidak terlalu terbuka dengan keluarga. Karena itu sama saja menyerahkan diri untuk menerima ceramah dari seisi anggota keluarga secara privat. Mendengar hal serupa dari 5 (lima) orang yang berbeda itu, sangat melelahkan. Saya mengerti, mereka melakukan itu karena sayang mereka kepada saya. Pertimbangan orang tua biasanya pertimbangan jangka panjang dan biasanya benar, tapi tidak selalu benar. Tapi mereka tidak melihat dengan mata saya, tidak berjalan dengan kaki saya, merasa dengan hati saya dan juga tidak berada dalam bidang yang saya dalami. Jadi, bila topik tentang rencana masa depan saya dibahas dalam keluarga, saya selalu berada dalam 'defense mode' . Dan biasanya, tidak ada yang mampu meruntuhkan pertahanan saya. Saya selalu menutup pembicaraan bertema masa depan ini dengan kalimat: "percayalah, saya tidak akan sebodoh itu merusak hidup saya sendiri". Entah karena bosan atau lelah, saya sekarang diberikan kepercayaan penuh, atas apapun pilihan saya. Kata Kakak saya; "Percuma berdebat denganmu, selalu punya argumen yang sulit diruntuhkan". Atas kata - katanya itu, saya melihat diri saya lagi. "Oh ya?"

Saya tidak pernah menemukan diri saya sebagai orang yang menyenangi perdebatan dan bisa mepertahankan argumen. Juga tidak pernah merasa sebagai orang yang keras kepala. Saya kira saya ini fleksibel dan plegmatis. Entah kenapa kakak saya berpendapat lain.

-tiech-

random


Quote Template: Quozio.com

4.2.14

Keranjingan Memasak (dan Memakan)


Sejak liburan (dari proyek) saya tinggal di rumah Mama. Saya senang sih disini, tapi masalahnya saya jadi sangat produktif sekali memproduksi makanan dan memakannya. He he he. Kadang, jika merindukan jajanan yang mudah didapat di Bandung dulu, saya akan memasaknya dengan bahan seadanya. Maklum, rumah orang tua saya berada di kota kecil. Tapi justru itu, seni memasak. Menggunakan bahan yang ada tanpa mengurangi rasa enak makanan itu :).  

Selain itu, memasak menjadi sangat menyenangkan bila setiap menu baru disukai semua orang, terlebih anak - anak. Ya, saya selalu senang membuat cemilan untuk keponakan - keponakan saya meski sangat sederhana seperti roti bakar coklat keju atau pisang bakar coklat keju. Cemilan yang selalu saya buat untuk mereka adalah Pancake. I love making Pancake! Gampang banget bikinnya. Ga pake maple syrup atau butter, kasih aja taburan gula dingin....mmm anak - anak dijamin suka. Saking sukanya sama makanan yang satu ini, saya tidak pernah sempat menyajikan pancake dan memotretnya dengan indah karena begitu matang, sudah ada tangan - tangan mungil (dan yang ga mungil) yang mengambilnya dari piring. Jelas, itu membuat saya makin suka membuat penganan ini

Dua Pancake Terakhir yang sempat di Foto (dan belum sempat diberi topping)
Masak - memasak (juga nafsu makan) ini semakin menyenangkan setelah saya menemukan situs jejaring sosial khusus memasak yakni dapurmasak.com. Selain karena pilihan resep yang lebih banyak, situs ini lebih jelas step by step nya (bahkan dilengkapi foto), dan ada fitur re-cook :). Unyu deh. 

Nah, kemarin itu saya semacam mengidam kue beras korea (tteokbokki), dan tidak sengaja menemukan resepnya di dapurmasak.com. Kalau dibandingkan dengan resep aslinya, resep yang sudah dimodifikasi ini lebih simple dan tentu bahannya lebih mudah ditemukan. Resep membuat tteokbokki ini bisa dilihat dengan meng-klik link ini 

Hasil Re-cook Tteokbokki, pedess banget tapi mama dan kakak saya pada doyan!(saya juga tentunya!)

3.2.14

I Want To Love Again (다시 사랑하고 싶다) - Lunafly (English Translation) Lyrics

Hi, semuanya! Sudah lama saya tidak nge-drop lirik lagu korea favorit terkini ya. Saya masih suka korea kok, tapi sudah mengurangi intensitas menonton drama dan mengikuti dunia per-kpop-an. Dan, dalam re-post lirik, biasanya saya selalu pelajari baik - baik terjemahannya dan menulis latinnya (romanization) sendiri. Jadi ga asal copy - paste, meskipun kemampuan saya berbahasa korea sangat minim (akibat sering ga masuk kelas bahasa korea :D). 

Lagu kali ini menarik buat saya karena judulnya (yang pas buat curcol) dan karena dinyanyikan Lunafly, yang suaranya 'emosional' banget. Dan ternyata, setelah dipahami liriknya, kata - kata di lirik ini, pas jadi OST momen saya saat ini. ha ha ha. Seperti kata kawan saya Angie, setiap momen selalu ada lagu yang mewakilinya :D.

Ah, daripada membaca curcol saya, mari nikmati lagu ini. 

루나플라이 -  다시 사랑하고 싶다 (우리가 사랑할 수 있을까 ost part.2)
Lunafly - I Want To Love Again (Can We Love OST)


다시 사랑할 있을까
Dasi saranghalsu isseulkka
Can i love again?

다시 누군가를 사랑할 있을까
Dasi nugungareul saranghalsu isseulkka
Can i love someone again?


길게 늘어진 한없이 나약한
Gilge neurojin haneobsi nayaghan
As i sway and walk on a path endlessly
살얼음 길을 휘청대며 걸어가
Saroreum gireul hwijeongdaemyeo georeoga
Covered with a sheet of ice
누군가를 만나고 사랑을 하는
Nugungareul mannago sarangeul hanen ge
To meet someone and fall in love
왜이리 힘들까
Weiri himdeulkka
Why is it so hard?

차마 못해 틀린 길이였다고
Chama mal mothae theullin giriyeottago
I can’t bear to say that this was the wrong path
그럼 내가 더욱 초라해져
Geurom naega deoug chorahaejyo
because then I’ll be even more pitiful

얘기는 누군가의 스토리
Nae yaegineun ddo nugungaui sethori
My story will become someone else’s story
절대 외롭지 않아
Choltae nan werobji anha
so I’m never lonely

사랑할 있을까 나보다 누군갈
Saranghal su isseulkka naboda deo nugungal
Will i be able to love someone more than myself?
너무 늦어버린 아니길 바래
Neomu neujeobeorin geon anigil barae
I hope it’s not too late
가슴 속은 아직 누군갈 향해 뛰어
Gaseum sogeun ajik nugungal hyanghae dwieo
My heart is still racing toward somenone
다시 눈물이 흘러 다시
Dasi nunmuri heulo dasi
tears fall again....again

한치 앞길도 보기가 힘들어
Hanchi aphgildo bogiga himdeuro
It’s hard to see ahead
눈을 감으니 오히려 환해져
Nuneul gameni ohiryeo wanhaejyo
So i closed my eyes and it actually got bigger
꿈속에서 나는 앞에 서있어
Kumsogeseo naneun ni aphe seoisseo
In my dream, i’m standing before you
너무 아름답게
Neomu areumdapge
So beautiful

차마 못해 너를 사랑한다고
Chama mal mothae neoreul saranghandago
I can’t say i love you
그럼 혹시 사라질까봐
Geurom hogsi sarajilkkabwa
In case you disappear

얘기는 누군가의 스토리
Nae yaegineun to nugungaui sethori
My story will become someone else’s story
절대 외롭지 않아
Cheolte nan werobji anha
So i’m never lonely

사랑할 있을까 나보다 누군갈
Saranghal su isseulka naboda deo nugungal
Will I be able to love someone more than myself?
너무 늦어버린 아니길 바래
Neomu nejeobeorin anigil barae
I hope it’s not too late
가슴 속은 아직 누군갈 향해 뛰어
Gaseum sogeun ajig nugungal hyanghae dwieo
My heart is still racing toward someone
다시 눈물이 흘러 다시
Dasi nunmuri heullo dasi
tears fall again....again

다시 사랑할 있을까
Dasi saranghalsu isseulkka
Can i love again?
다시 누군가를 사랑할 있을까
Dasi nugungareul saranghalsu isseulkka

Can i love someone again?


==============end==============

Lyrics (Hangeul) : Jet Lyrics
Romanization: by Tiech (it's me! Feel free to correct it :))
Translation: @popgasa (99%)



1.2.14

Awan dan Langit

Langit di Ketapang. Menemukan foto ini saat sedang merapikan file di laptop. Foto saat survei di Ketapang, Kalimantan Barat. 


13.1.14

They're All Married

It was last week, when i attend my friend's wedding. He is my friend, a good one...actually one of the best male friend that i ever had a long phone conversation with. Haha. I'm happy for them, and had wait this marriage for 10 years....hahaha since they're already dating more than 10 years. 

Congrats Friend! So happy for you
This is my first time attending my classmate's wedding because i lived miles away from my hometown dan tentu tidak semudah itu bagi saya untuk mudik sesuka hati. Yang jelas, belum tentu dapat izin cuti dan mahal di ongkos. (capek pake English! he he he). 
Teman sekelas yang saya maksud disini adalah teman sekelas waktu di kelas 3 IPA SMA. Tidak seperti sekarang, pada waktu saya sekolah dulu hanya ada satu kelas jurusan IPA dan itupun dengan jumlah siswa terbatas 21 orang, 11 orang laki - laki dan 10 orang perempuan. Dengan jumlah siswa yang sedikit, pertemanan kami satu kelas lebih kompak, terlebih tidak ada 'anak nakal' di kelas kami. Kelas kami hidup dengan harmoninya. 

Pernikahan kawan saya yang satu ini, mengingatkan saya bahwa dari kami ber 21, saya satu - satunya perempuan yang belum menikah dan mungkin termasuk 4 member terakhir yang belum menikah. Well, topik 'pernikahan' masih menjadi topik hangat bagi saya. Bahkan, tadi siang mama yang mengingatkan bahwa minggu depan adalah ulang tahun saya, menanyakan: sudah berapa usiamu nak? Beliau sebenarnya menyembunyikan kecemasan akan putri 27 tahunnya ini yang bahkan tidak punya pacar. Saya sendiri bahkan mempertanyakan, kapan saya menikah. 

Sebetulnya target menikah saya sudah lewat, dan karena sudah lewat saya tidak memasang target usia lagi. Sejujurnya, saya masih mencemaskan kehidupan pasca menikah dan punya anak, ya, ketakutan dan kecemasan akan hal yang belum terjadi. Namun pada sisi lain, saya kadang ingin menyegerakannya, atas alasan ibadah. Sepertinya semakin bertambah usia, ketakutan dan kecemasan saya bertambah - tambah, tidak hanya pada soal menikah, tapi pada hal lainnya juga.

Pada akhirnya, saya tidak ingin memikirkannya, lebih baik memfokuskan pada perbaikan diri, menikmati kesendirian dengan waktu luang seperti ini dan memperbanyak membaca dan menulis. Toh, karena saya belum menikah, saya memiliki lebih banyak waktu dan kesempatan berbakti pada kedua orang tua dan membalas kebaikan kakak - kakak saya selama ini. Karena saya belum menikah, saya memahami bagaimana saya harus mempersiapkan diri menjadi ibu dan istri kelak. Karena saya belum menikah, saya punya waktu penuh untuk menekuni pekerjaan dan banyak bacaaan. Jadi, woles aja deh sis! :D

-tiech-


 

10.1.14

Hey, Blog!

Fuh! Fuh. Niup blog yang lama sudah tidak bertuan sambil dengerin lagu - lagu Urban Zakapa.


Sudah lama nian saya tidak berkunjung dan mempublikasikan tulisan disini. Ah, sebenarnya sudah berulang kali saya menulis, tapi semua hanya sampai pada tataran draft. Tidak berani saya publikasikan. Khawatir. Mungkin lebih tepatnya takut, orang akan menghakimi tulisan dan pikiran saya yang sangat transparan ini.:))

Malam ini saya menulis lagi, membiarkan isi hati dan pikiran saya terketuk - ketuk di tuts keyboard. Pada saat yang sama laporan menumpuk. Seperti sama dengan tahun - tahun sebelumnya. Tapi sungguh tahun ini tidaklah tahun yang sama. Saya, pun merasa tidak sama (kecuali soal berat badan, hehe).

Ini Desember, bulan dimana saya selalu merefleksikan banyak hal. Keputusan setahun silam misalnya. Biasanya saya menyesal melihat resolusi yang tidak tersempurnakan, tapi Desember tahun ini saya bersyukur bahwa saya hanya membuat satu resolusi. Resolusi yang menggiring saya pada keputusan besar. Keputusan yang kemudian membuat hari - hari yang saya jalani menjadi lebih sarat makna. Kalaulah Allah dapat saya peluk, itu yang akan saya lakukan saat ini. Bersyukur, berterima kasih Dia membimbing saya mengambil keputusan ini.

Keputusan kembali ke rumah. Menjalankan peran sebagai anak, adik, bibi, keponakan dan karyawan di rumah. Beradaptasi dengan hal - hal yang sudah lama saya tinggalkan, cukup membuat saya sibuk hingga semakin jarang menonton drama Korea :)). Hampir setahun sudah saya kembali, masih banyak hal yang ingin saya lakukan. Misi - misi yang sudah tersusun rapi, buyar semua untuk diselesaikan. Misalnya, Misi menjadi koki masakan untuk penderita Diabetes di rumah. Hmm, jadi hanya sekedar cita - cita, karena hakikatnya, Bapak dan Mama tidak makan masakan saya, dan mama lebih menyukai memasak sendiri. Untuk seorang pensiunan yang aktivitasnya semakin berkurang, memasak adalah salah satu cara ibu saya mengisi waktunya. Dan, faktor x lain yang membuat misi - misi saya gagal adalah....ketika di rumah orang tua entah kenapa energi malas saya berlipat - lipat jadinya, bahkan untuk berjalan sejauh 100 m saja, duh malasnya bukan main. Berbeda kalau saya tinggal sendiri atau tinggal di rumah kakak saya, masih malas siih *gubrak* tapi tidak dalam tahap malas akut.

Pontianak, 6 Desember 2013

Mari kita lanjutkan.
Ini sudah Januari, pada 10 hari pertama. Semua deadline sudah terlewati, kebutuhan pekerjaan sudah dipenuhi. Dan, akhirnya datanglah masa - masa pengangguran. Saya kembali ke rumah orang tua, dan kembali menjadi....si pemalas. Hehehe. Tapi jangan bayangkan saya sedang leyeh - leyeh di kursi malas, atau tidur sepanjang hari. Nope! Saya si pemalas yang cukup sibuk, dan cukup rajin melawan rasa malas.  He?
Setidaknya, saya sibuk meladeni 3 ponakan saya yang sedak aktif - aktifnya. Hmm, at least my mission being a helpful sister and an aunt is accomplished. 

And, hey! I totally forget what this post about. Haha. Random banget deh. But i'll post it anyway, this blog is my notes, tough. :))

-tiech-