Showing posts with label books. Show all posts
Showing posts with label books. Show all posts

5.5.11

9 summers 10 autumns: Resensi dan Kesan Saya

Hai bloggers :).
Kali ini saya ingin berbagi tentang satu buku, sebuah novel judulnya 9 summers 10 autumns. Novel ini menarik  dan sangat menginspirasi. Judulnya, cara penyampaiannya, dan emosi didalamnya.
Pertama kali tertarik untuk membeli novel ini adalah karena judulnya: 9 summers 10 autumns. Ada perasaan yang sulit saya deskripsikan, saat pertama melihat judulnya. Yang pasti, begitu melihat judul dan membaca resensinya, buku ini menjadi top 1 dari daftar buku yang akan saya beli di bulan Mei.  Saat membaca resensi buku ini, saya penasaran seperti apa ceritanya, gaya bahasa dan inspirasi yang bisa saya dapat dari ceritanya mas Iwan (penulis novel 9 summers 10 autumns). Apakah seperti Bang Andrea Hirata, atau Uda Anwar Fuadi?  Mengingat, novel ini bercerita tentang kerja keras dan kesuksesan seseorang. just like Andrea Hirata's and Anwar Fuadi's novel. Dan...ternyata, novel 200-an halaman ini sangat beda! 
No wonder, this book is a best seller book!

9 Summers 10 Autumns, terinspirasi dari kehidupan sang penulis, bercerita tentang kehidupan seorang anak supir angkot yang meraih kesuksesan di New York, USA. Pada bagian awal novel ini diceritakan bahwa Mas Iwan, bertemu dengan seorang anak kecil yang kemudian menjadi 'temannya' selama di New York.  Siapa anak kecil ini?  Anda bisa merasakan siapa dia sebenarnya setelah Anda membaca novel ini. Pada anak kecil itulah kemudian dia bercerita tentang masa lalu dan kehidupannya saat di Batu malang, Jawa Timur. Tentang Ibu, Bapak, Kakak, Adik, rumah dan kisah - kisah di rumah yang kecil itu.

Menurut saya, buku ini bukanlah sekedar buku yang menceritakan kesuksesan seorang anak supir angkot yang kemudian menjadi direktur di Amerika. Tapi tentang perjuangan bersama keluarga untuk keluar dari kemiskinan. Novel ini tidak menceritakan mimpi - mimpi besar sang penulis, tidak ada yang muluk, tapi ada tekad untuk menjadi lebih baik dan mengangkat kehidupan keluarga. Saya sangat menyukai buku ini, ceritanya membuat saya teringat pada Mama', bapak, kakak, kucing saya dan rumah kami  di Sambas.  Membuat saya tersadar kembali bahwa tugas saya belum selesai. Saat penulis menceritakan ibunya, pikiran saya langsung teringat pada Mama'. Mama' yang bijak, yang paling tahu bagaimana membagi keuangan keluarga untuk pendidikan saya dan kakak - kakak saya. yang paling peduli makanan bergizi untuk kami anak - anaknya. Mama' seperti juga ibunya penulis novel ini, senang membuatkan kami kacang hijau atau susu kedelai. 
Novel ini dengan cara bercerita sang penulis sukses mengnspirasi saya sekaligus membuat saya kagum dengan mas Iwan beserta seluruh keluarganya.  Saya sangat menyukai novel ini.  Meski sudah beberapa  hari yang lalu saya selesai  membaca nya, saya masih merasakan efek dari buku ini. Mungkin karena ada beberapa kisahnya yang dekat dengan kehidupan pribadi saya, mungkin juga novel ini sedikit menjawab tentang loneliness yang akhir - akhir ini akrab dengan saya, mungkin juga karena saya sedang sangat merindukan kehangatan rumah yang sudah saya tinggalkan selama 7 tahun. Atau mungkin karena novel ini ditulis dengan penuh cinta dan kasih dari penulis, saya bisa merasakan emosi yang ada pada setiap halamannya. Jujur saja,  saya sendiri selalu sulit bercerita tentang perjuangan Mama', bapak dan kakak - kakak saya.  Beberapa kali saya coba cerita di blog ini, tapi air mata saya mengalir deras, dada saya sesak dan akhirnya saya tidak sanggup melanjutkan tulisan saya. 
Selain itu, saya merasa mas Iwan menulis cerita ini bukan sekedar berbagi, namun juga ungkapan terima kasih yang sangat dalam bagi keluarga, terutama Ibu. Saya bisa merasakannya saat dia membanggakan sang ibu yang luar biasa.


Just like that blogggers. I love this novel. And i recommend this book for you all. Happy Reading :)

- with love, tiech-

nb: novel ini juga sukses membuat saya jadi sangat melankolis seminggu terakhir :(






8.2.11

Buku Baru: Ranah 3 Warna

Alhamdulillah. Akhirnya beli novel ranah 3 warna, novel yang ditunggu - tunggu. Baru beli hari ini setelah memastikan kondisi keuangan baik - baik saja :). Saya membeli novel ini bersama sebuah buku berjudul 'terapi berpikir positif'. Akhir - akhir ini saya menyadari banyak energi negatif mengelilingi saya. Ini sangat melelahkan. Saya kehilangan kepercayaan diri, merasa sangat tidak berguna dan lemah otak. Beberapa minggu ini tanpa saya sadari saya sering mencaci diri sendiri. "Kenapa kamu begitu lambat, tiech?! kenapa kamu tidak secerdas dulu?! kenapa hal semudah ini saja tidak bisa kamu kerjakan?!". Saya merasa benar - benar tidak berharga. Hari ini sepertinya adalah akumulasi energi negatif itu. Saya memutuskan membeli novel yang saya harap bisa membuat saya lebih positif dan bersemangat. 

Saya rasa saya melakukan hal yang tepat. Pada lembar ke 7 novel Ranah 3 Warna, saya membaca rangkaian kata bijak yang merupakan Syair Ahmad Hasyimi. Syair ini didapat oleh penulis saat mendapat pendidikan di pesantren Gontor.
Bersabar dan ikhlaslah dalam setiap langkah perbuatan
Terus meneruslah berbuat baik, ketika di kampung dan rantau
Jauhilah perbuatan buruk, dan ketahuilah pelakunya pasti diganjar, di perut bumi dan diatas bumi
Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam waktu yang mengalir
Sungguh di dalam sabar ada pintu sukses dan impian kan tercapai
Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu
Sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda
Singsingkan lengan baju dan bersungguh-sungguhlah menggapai impian
Karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan
Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakan
Karena debat kusir adalah pangkal keburukan
Untuk seorang yang tinggal di perantauan seperti saya, syair ini benar - benar menjadi motivasi. Apalagi setelah sehari ini, saya merasa 'lelah' sekali. Oh iya, yang menarik dalam ranah 3 warna ini juga dibahas mantra man shabara zhafira. Dalam sinopsisnya yang bisa dibaca di situs negeri 5 menara.com ini dinyatakan:
Rupanya “mantra” man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat “mantra” kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu.
Setelah membaca sinopsis yang saya kutip diatas, saya semakin bersemangat membaca buku kedua dari Negeri 5 Menara ini.  Seperti yang saya ceritakan pada postingan sebelumnya, dua "mantra" itu juga telah menjadi bagian hidup saya sejak setahun yang lalu. Saya mengharapkan lebih banyak inspirasi dan motivasi yang bisa saya peroleh dengan membacanya. 

with love, tiech.

8.3.10

Bukan "Perahu Kertas" Biasa



Ya...ini memang bukan Perahu Kertas biasa. Bukan kertas yang dilipat - lipat untuk menjadi perahu dan saya mainkan waktu kecil dulu. Ini perahu kertas sebuah novel karangan Dee. Awalnya saya tau novel ini dari seorang teman...dan dia rekomendasikan saya untuk membacanya. Dan akhirnya saya belilah novel ini...plus tanda tangan mbak Dewinya...hehehe.
Tulisan Dee umumnya dikenal 'berat'. Eits, tulisan Dee yang satu ini beda kok!
Lebih ringan menurut saya, namun tetap berisi dan sangat menginspirasi. Setelah membacanya dalam waktu kurang dari sehari...saya langsung terinpirasi menulis sebuah catatan kecil. Hmm...dan inilah hasilnya.


Ini tentang sebuah kisah "Kugy dan Keenan".
Membacanya, menenggelamkanku pada suatu dunia yang dinamakan Kugy sebagai "dongeng".
Aku seperti hidup di sebuah kastil, duduk di singgahsana dan menyaksikan sebuah drama.
Kugy dan Keenan mungkin adalah sebuah fiksi, tapi mereka membuatku hidup dalam dunia
yang indah. Membuatku melayang sejenak, lupa bahwa aku masih di bumi.

Kugy, Keenan dan Perahu Kertas mereka....
Ada kepolosan, keluguan, kedewasaan dan semua inspirasi tentang hidup didalamnya.
"Perahu Kertas" bukan sekedar sebuah novel roman...ia lebih.
Ia membuatku tertawa dan menangis pada saat yang sama.
Membuatku menangis sejadi - jadinya.....ia membawaku pada dunia mereka,
Pada dunia " Neptunus" , dunia "perahu kertas".

Dear Dee yang menciptakan kisah indah ini....two thumbs up for you.
Kau membuat fikiran ku terbang ke tempat yang indah, mengaduk2 emosiku,,,,,
"perahu kertas" itu telah membawaku hanyut didalamnya......


BDG181009
===============================================================

Bagaimana? Apakah Anda sudah membaca "Perahu Kertas"?