Waktu berlalu begitu cepat. Terlalu cepat hingga tiba-tiba masa muda yang aku banggakan hilang. Menghadapi kehidupan sebagai seorang yang dewasa. Kehilangan gairah, pesona, dan hasrat akan keindahan. Aku hanya ingin kedamaian, menikmati sunyinya hidupku.
6.5.23
29.10.20
Hidup
I'm crying out for help
will someone notice it.
I need help
I don't even feel my feet on the ground.
And the noise keep judging me from inside
i feel like dying
19.10.20
Mimpi
Dua belas tahun.
Aku bahkan masih mengingatnya. Aku merasa mungkin aku benar-benar tidak waras. Separuh hidupku aku menyimpannya. Kenangan yang tidak ingin aku ingat dan kenang. Tapi hari ini aku melihatnya, terasa amat nyata. Sebelum akhirnya aku sadar, bahwa itu mimpi. Dia yang datang dari kejauhan. Semua teman yang berbisik padaku bahwa dia tidak seorang. Dia yang bertanya kenapa aku belum menikah. Tidak ada rasa canggung dalam mimpiku. Semua baik-baik dan biasa saja. Begitu aku sadar bahwa aku bermimpi, tidak ada rasa kecewa. Rasa yang tertinggal hanyalah rasa. Ternyata setelah 17 tahun lamanya aku tetap memimpikannya, punya rasa yang sama. Tapi sudahlah. Itu hanya mimpi. Tak perlu aku kenang lagi yang sudah pergi. Biarkan dia menjadi penghias kisah silam. Pewarna kehidupan.
Sambas, 18 Oktober 2020
11.7.20
Semua yang kurasakan saat ini
aku tak ingin ini terulang. Aku ingin menyelesaikan ini semua
2.7.20
About Judging
So stop judging people and yourself.
27.6.20
Semua
Semua hal yang pernah dirasakan
Kini jadi kenangan
Kini tak bisa dirasakan
Suka, duka, tangis, dan tawa
Semua hanya lah rasa yang sementara
ketika dikenang di suatu masa kelak
ia hanya 'kan jadi cerita
betapa hidup penuh warna
6.4.20
What is your passion?
Those are words that i used to said to my younger self. Like 7-10 years a go?
I've switched job, switched work place, but i think i never really know what my passion is. I just work hard. I just tried to do my best. But when things got rough and i feel like i can't handle it anymore. I give up. Back then, i've always thought about resign. But for years i couldn't do it because of some reasons.
When i think i've got my calling job, i finally resigned. My friends told me that he has some projects for me in my hometown. So, i decided to go back to my hometown, take care of my parents, while prepare myself to be a lecturer. But things wasn't going smooth. I was unemployed for almost two years. Well, i did some freelance projects. But it wast like dor 3-4 months. The other months spent for my volunteer works and taking care of my parents.
I fell like the load of my works just as same as my previous jobs. But it worst when i looked at my bank account. Why i do this job? Why i choose this? Why can't i live a fancy, independent, and perfect life like i imagined.
These days, i often question myself .... why do i work so hard? why do i always give my best? Why do people keep expect me to handle such big thing?
I want to be free. But, i never really know what my passion is. When things got really hard, i thought that teaching students is my passion. Contribute to others is my calling. I thought i like teaching and learning. But now, i start to think that i was just running away. Or maybe i like them as hobbies. Not for something i do as a professional. I'm afraid, if i switch my job again, i will be in this situation again.
Lately, i feel like i'm doing things without passion at all. Just do it. It is your responsibility. I keep telling myself that.
Is this how we live in our 30s?
27.3.20
Kembali
21.1.18
K O S O N G
bisu membalut diri
di tiap langkah aku ragu
haruskah ku tunjukkan
atau bersembunyi
ah, sudahlah
bukankah rasa selalu hilang
kemudian berganti
yang ini pun akan begitu
tetap terkubur
tak perlu terungkap
karena tak bermakna
rasa ini tak menarik
tak cukup untuk diperhatikan
ia seperti buih di lautan
ini sungguh perasaan yang tidak perlu dipentingkan
karna bukan dari sang dewi
nan berparas indah menawan
atau jiwa yang menyenangkan
dari jiwa yang terpinggirkan
sendiri
#mellowJanuary
6.1.17
Suatu pagi
Jalanan ramai. Banyaknya kulihat petugas berompi hijau terang di tengah jalan. Ibu - ibu dan Bapak - bapak yang membonceng anaknya dengan seragam. Aku melihat ponsel. Pukul 7 pagi sebentar lagi.
Aku menikmati langit dan bumi pagi ini. Dengan perasaan yang diaduk - aduk.
Barusaja melepas pelukan Mamak. Dan menatap matanya. Ah, pagi belum terlalu panas, tapi aku ingin berteduh di sana.
Perpisahan kali ini mungkin yang paling berat yang bisa kuingat. Hanya seminggu dirumah, tapi setidaknya aku berguna. Tidak leyeh - leyeh. Memanfaatkan waktu yang ada untuk Mama'. Sepagi ini biasanya kami sedang menyusuri jalan ramai itu. Mama' yang terhuyung - huyung mengikuti langkahku. Mama' yang menggamit lenganku agar dapat berjalan lurus. Dan Mama' yang bercerita tentang hal - hal yang tak kusangka - sangka.
Hari ini kebiasaan baru itu tertunda. Hingga kepulanganku berikutnya.
Ini jadi perpisahan yang berat. Karena tak ada aku yang menemani Bapak di depan televisi. Berdiskusi banyak hal. Mulai dari berita kenaikan harga, hingga d Academy Asia. Ah, pulang dulu, aku berbuat apa. Rasanya baru kali ini menjadi berarti.
Ini perpisahan yang berat. Karena biar aku pernah merasa benci, tapi aku bisa melihat mata abangku kini. Menelusuri matanya yang menyembunyikan kepedihan berbalut sesal dan amarah. Ah, mendung pagi kini malah menurunkan hujan dimataku. Bagaimana cara menyembunyikan hujan ini? Aku malu. Banyak orang di mobil ini.
Perpisahan kali ini berat. Karena dongeng karangan nan mengada - ada dan nyanyian pengantar tidur dariku tertunda sementara. Mata bulat mungil yang menatapku setiap hari itu akan kurindukan lagi. Pinta untuk tidur di kamarku setiap malam juga berhenti. Ah, besok lusa aku sendiri lagi.
Anak - anak selalu istimewa. Betapa pun lelahnya aku mengikuti mereka, melihat mereka bahagia, energiku kembali sempurna. Mereka selayak penguras energi sekaligus daya pengisi.
Ini perpisahan yang berat. Karena aku sedang bahagia ketika aku harus kembali.
Langit pagi semakin bersih. Membiru. Matahari semakin menyilaukan.
Sepertinya awan abu - abu tadi sudah pindah ke hatiku. Tapi dia tidak membawa dirinya sendiri. Ia membawa sedikit sinar lembut matahari. Menghangatkan hati, menjalar hingga wajahku.
Ini masih pagi.
Dan perpisahan ini masih berat.